Archive for October 2013
20B: NLP dan Hypnosis
NLP sangat identik dengan penggunaan Meta model yang membawa pikiran seseorang
lebih berada pada realitasnya (up time state), sedangkan Ericksonian Hypnosis
membawa pikiran seseorang fokus kedalam dirinya masing-masing. Sekilas memang
kedua metode ini sangat bertolak belakang, namun sesungguhnya keduanya bermuara
kepada hal yang sama. Ketika anda berusaha menjawab pertanyaan-pertanya an yang
ada di Meta model dengan baik, maka anda mau tidak mau harus fokus kedalam diri
anda sendiri.
Yang perlu dimengerti adalah keadaan trance merupakan keadaan yang alami dan terjadi berkali-kali setiap harinya, seperti menghayal di siang hari, merencanakan ingin makan apa siang hari ini, secara emosi terlibat dengan acara televisi dan sebagainya. Dalam NLP, trance merupakan keadaan downtime, terlibat dengan dunia internalnya sendiri.
Sedangkan up
time merupakan keadaan terlibat dengan dunia luar seperti keadaan dimana anda
sedang bersiap siaga. Jika hanya ada yang dinamakan pikiran sadar, maka kita
dapat menghentikan dan memulai proses berpikir sesuai dengan perintah dan
keinginan kita.
Bagaimana keadaan terhipnosis itu sebenarnya? Apa tanda-tandanya?
Umumnya ditemui
dalam setiap proses hipnosis: indikasi perilaku dan indikasi emosional.
Keduanya saling
mempengaruhi dan menciptakan bukti fisik yang dapat dilihat oleh mata telanjang
asalkan Anda tahu harus melihat kemana.
Karena minimnya
gerakan tubuh dari subyek, maka Anda perlu mengembangkan kemampuan observasi
Anda, sebagaimana terus mengingatkan diri bahwa setiap orang memberikan respon
yang berbeda-beda.
(1) Terfokus, nyaman, gerakan tubuh minim. Subyek terlihat berada
dalam kondisi yang begitu rileks, sekalipun perhatiannya terfokus pada sebuah
titik yang sudah disepakati ataupun suara sang hipnotis.
(2) Bola mata tidak bergerak sebebas biasanya, seolah-olah terkunci
dan terlihat kering. Ukuran pupil subyek, yakni bagian hitam di tengah bola
matanya, cenderung berubah membesar seiring mereka rileksKelopak mata berkedut,
bergerak layu. Ini dimulai dengan perubahan refleks kedipan mata, semakin
melambat sampai akhirnya nyaris tidak berkedip sama sekali atau disebut mengalami
proses katalepsi. Bila ini terjadi, arahkan klien untuk menutup matanya agar
dapat merasa nyaman dan meluncur ke trance yang lebih dalam.
(3) Fitur wajah mengendur. Kulit dan struktur wajah klien akan berubah
menjadi lebih mengendur, simetris dan seimbang, seperti seseorang yang sedang
tidur. Kadang klien juga mengalami kebutan otomatis pada otot wajah mereka
sebagai indikator tubuhnya sedang memproses.
(4) Lambat atau tidak bisa menjawab. Ini sangat umum terjadi bila
klien berada pada tingkat trance yang dalam. Mulai dari membutuhkan waktu lama
untuk merespon, sampai tidak bisa dikejutkan oleh suara-suara yang keras. Satu
hal lain yang terkait adalah klien sering melakukan refleks menelan udara atau
liur lebih banyak daripada biasa.
(5) Perubahan warna dan suhu badan menurun. Ini cukup halus, namun
dapat dideteksi dengan baik. Ketika klien masuk dalam trance, darah mengalir
lebih bebas sehingga kulit terlihat lebih berwarna atau gelap, terutama di
bagian tangan dan wajah. Kadang kebalikannya terjadi, kulit menjadi lebih pucat
karena darah melalui pembuluh itu terlalu cepat. Kedua respon ini normal dan
dapat terjadi bergantian.
(6) Denyut nadi melambat. Hal ini dapat diamati tanpa perlu menyentuh
klien, yakni memperhatikan denyutan halus yang ada di sisi leher di bawah
dagunya. Pada saat-saat tertentu, denyut tersebut dapat sejenak meningkat
kecepatannya, khususnya apabila klien sedang mengalami imajinasi yang
melibatkan ketegangan, semangat, atau rasa takut.
Apa Perbedaan Utama Antara Hypnosis, dan NLP?
Banyak orang mengenal hypnosis untuk pertama kalinya dari acara televisi atau dari sebuah demonstrasi hypnosis yang menghibur. Dari sini, timbullah suatu anggapan bahwa hypnosis merupakan cara yang sangat efektif untuk mengendalikan pikiran orang lain. Orang sering membayangkan seandainya dirinya bisa membuat orang lain melakukan apa yang diinginkannya secepat yang ditunjukkan di televisi. Dan jika anda berpendapat seperti ini, maka anda telah terhipnotis karena pikiran kritis anda telah menganggur sementara untuk mempercayai efek hypnosis yang begitu kuat terhadap orang lain.
Dibawah ini adalah klasifikasi mengenai hypnosis yang sudah berubah sejalan dengan waktu. Metode hypnosis yang diajarkan dapat dibagi menjadi tiga karakteristik yaitu:
1. Traditional Method of Hypnosis
Metode tradisional hypnosis atau the old school of hypnosis ditandai oleh banyak sekali penggunaan sugesti langsung, dan katakanlah keadaan pikiran yang terpusat atau deep trance. Stage hypnosis (Hypnosis yang biasa digunakan untuk hiburan) merupakan contoh dari metode tradisional hypnosis.
Dari metode ini berpendapat bahwa pada umumnya trance hanya terjadi ketika seorang hypnotis sengaja menginduksinya. Tapi pada jaman sekarang pandangan ini mungkin sekali sudah berubah atau tercampur baur dengan metode-metode dibawah ini:
2. Ericksonian Hypnosis
Disebut sebagai Ericksonian hypnosis karena memang cara-cara yang digunakan oleh Milton Erickson dalam hypnosis ini sudahtidak sama dengan metode sebelumnya. Bahkan setelah menyaksikan bagaimana Milton menghipnotis kliennya, para ahli hypnotist yang menyaksikannya mengatakan ia tidak menggunakan hypnosis lagi.
Hal itu disebabkan karena dirinya menggunakan sugesti yang tidak bersifat memerintah seperti "tutup mata anda sekarang" Sebaliknya, Milton menggunakan sugesti yang bersifat tidak memerintah dan tidak langsung seperti "anda boleh menutup mata anda sekarang untuk lebih merasa santai." Dengan Ericksonian hypnosis, orang-orang dapat terhipnotis dengan mata terbuka.
Bahasa yang digunakan Milton Erickson digambarkan sebagai bahasa yang abstrak, namun terasa sesuai dengan pengalaman dalam pikiran orang yang mendengarnya atau disebut juga sebagai artfully vague. Sebaliknya bahasa yang digunakan dalam NLP adalah bahasa yang presisi.
Baik Ericksonian dan NLP berpandangan bahwa trance merupakan keadaan pikiran yang terjadi setiap hari dan di berbagai tempat dan keduanya menggunakan direct suggestion ataupun indirect suggestion, tergantung dengan respon klien.
Setiap orang
adalah mesin penghipnotis alami. Deep trance bukan merupakan keharusan untuk
mengubah keadaan emosi. Dari sudut pandang pendiri NLP, semua jenis komunikasi
yang efektif adalah hypnosis.
Dan disamping
itu mereka juga mengatakan bahwa hypnosis itu sesungguhnya tidak ada "all
kinds of effective communication is hypnosis or hypnosis doesn't exist".
Perlu
diingat bahwa inti dari NLP adalah Modeling Human Excellence, bukan disiplin
mengenai hypnosis.
"Kita tidak bisa mengendalikan seluruh
keadaan TETAPI kita bisa memilih sekaligus mengendalikan pikiran, kata-kata
yang kita ucapkan dan merespon dengan tindakan atas kekeadaaan yang terjadi
pada diri kita.”
Friday, 18 October 2013
Posted by Excellence Manufacturing Practices
20A: Sejarah Singkat Hypnosis
Seperti bidang ilmu lainnya yang
berevolusi untuk mencapai kelengkapannya dalam teori dan praktek. Hypnosis yang
ada sekarang sudah sangat maju dibanding hypnosis beratus-ratus tahun yang
lalu. Para tokoh yang menggunakan hypnosis mencoba merumuskan hypnosis secara
ilmiah dan juga menemukan berbagai teknik baru yang efektif. Kali ini kita akan
membahas sejarah singkat hypnosis.
Ebers
Papyrus (1552 SM)
Penggunaan hypnosis sudah ada
sebelum sejarah itu sendiri tercatat. Tentu saja waktu itu hypnosis belum
dikenal dengan nama “hypnosis”. Hypnosis pada masa dulu dipraktekkan dalam
ritual agama maupun ritual penyembuhan. Catatan sejarah tertua tentang hypnosis
yang diketahui saat ini berasa dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan
praktek pengobatan bangsa Mesir Kuno pada tahun 1552 SM. Dalam Ebers Papyrus
diceritakan di sebuah kuil yang dinamai "Kuil Tidur", para pendeta
mengobati pasiennya dengan cara menempelkan tanganya di kepala pasien sambil
mengucapkan sugesti untuk penyembuhan. Para pendeta penyembuh tersebut
dipercaya memiliki kekuatan magis oleh masyarakat.
Seorang Raja Mesir yang bernama
Pyrrhus, Kaisar Vespasian, Francis I dari Prancis dan para bangsawan Prancis
lainnya sampai Charles X ternyata juga mempraktekkan cara pengobatan yang
intinya memberi sugesti kepada pasien untuk sembuh. Pada sebuah dinding kuil di
India juga digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi
trance yang dicapai melalui suatu tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam
acara ritual penyembuhan..
Pada sekitar tahun 1500
Paracelcus memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet
seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada
pasien-pasiennya. Cara pengobatan inilah yang kemudian diadopsi oleh Mesmer.
Abad 18 adalah abad munculnya
Hypnosis Modern. Diawali oleh kisah seseorang pendeta katolik bernama Gassner
yang tinggal di Klosters sebelah timur Switzerland. Gassner punya teori
"seseorang sakit adalah karena kemasukan setan". Untuk mencapai
kesembuhan, setan itu harus dikeluarkan dari tubuh. Berbeda dengan para
penyembuh waktu dulu yang menutup diri dari tinjauan medis, Gassner
mempersilakan para dokter untuk mengobservasi cara pengobatannya.
Gassner mengobati pasiennya
secara bersamaan. Pasien duduk berjajar secara memanjang seperti barisan kursi
gereja. Sebelum Gassner keluar untuk menemui pasien, seseorang asisten Gassner
memberi semacam ceramah yang salah satu isinya adalah ketika Gassner
menyentuhkan tongkat salibnya ke badan pasien, maka pasien akan langsung
tersungkur di lantai dan tidak sadarkan diri. Dan itulah yang benar-benar
terjadi ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke tubuh pasien satu per
satu.
Pasien yang tidak sadarkan diri
itu dianggap mati, dan ketika dibangunkan kembali, pasien dianggap lahir
kembali dalam kondisi suci dan terbebas dari pengaruh setan. Dalam kondisi
pasien tidak sadarkan diri, Gassner memberi sugesti bahwa setan telah diusir
dari tubuh pasien. Pada tahun 1770-an, Mesmer termasuk salah satu dokter yang
sering menyaksikan cara pengobatan Father Gassner.
Mesmer lahir 23 Mei 1734, di
Iznang, Lake Constance, Austria. Dia mendapatkan gelar Doctor pada tahun 1766
dengan makalahnya yang berjudul De Planetarum Influx (Dalam Pengaruh
Planet-planet). Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal
yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Cairan yang tidak mengalir
dengan lancar karena tersumbat bisa menyebabkan manusia menjadi tidak sehat
secara mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk
melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Istilah ini dinamakan Animal Magnetism.
Metoda terapi yang dilakukan
Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi
magnet. Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu. Jika
pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang kabel yang menghubungkan
satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh
pasien.
Kemudian pada saat pengobatan,
Mesmer melakukan sebuah drama penyembuhan yang menimbulkan efek sugesti yang
kuat. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi terhanyut dalam imajinasi drama
tersebut. Ada juga pasien yang mengalami halusinasi sehingga seolah-olah
melihat tangan Mesmer mengeluarkan asap atau energi. Pada sesi terakhir proses
penyembuhannya, Mesmer menyentuh pasien sambil memberi sugesti bahwa pasien
sudah disembuhkan.
Mesmer mengklaim bahwa dirinya
memiliki energi magnetis, semacam kesaktian yang bisa menyembuhkan. Mesmer juga
mengaku bisa mengalirkan energi magnetis
ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari
penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di
sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari kalangan medis karena teorinya dinilai
tidak ilmiah.
Kondisi ini membuat Mesmer tidak
betah di Wina dan kemudian pindah ke Prancis. Nasib Mesmer ketika di Prancis
pun tidak jauh beda. Meskipun beberapa dokter mendukung dan masyarakat merasa
tertolong dengan kehadiran Mesmer, sebagian besar dokter Prancis tidak senang
dengan Mesmer. Sebab itulah pada tahun 1781 Mesmer pindah ke Belgia.
Ternyata, kepergian Mesmer dari
Prancis ke Belgia tidak membuat ajaran mesmerisme mati. Mesmerisme makin
berkembang pesat di Prancis dan membentuk sebuah organisasi yang khusus
mempelajari Mesmerisme. Kemudian atas permintaan penganut mesmerisme di
prancis, Mesmer kembali lagi Ke Prancis.
Kedatangan Mesmer ke Prancis yang
kedua kalinya ini juga mendapatkan perlawanan dari kalangan medis. Mereka
meminta Raja Louis XVI untuk membentuk komisi khusus yang menyelidiki metode
penyembuhan mesmer. Hasil penyelidikan ini mendiskreditkan Mesmer. Akhirnya
Mesmer Pindah ke sebuah desa kecil di Swis dan menghabiskan masa tuanya untuk
mengobati orang-orang miskin.
Marquis de
Puysegur (1751 – 1825)
Puysegur adalah seorang mantan
Militer Prancis yang mendalami Mesmerisme. Dia manyatakan perlunya eksperimen
dalam pengembangan Mesmerisme. Puysegur memperkenalkan banyak konsep baru bagi
Mesmerisme, seperti somnambulisme artifisial, otomatisme motor, katalepsi,
anestesia, amnesia, perbedaan individual dalam sugestibilitas, serta halusinasi
positif dan negatif.
John
Elliotson (1791 -1868)
Jhon Elliotson adalah profesor
dari University Hospital di London, Inggris. Dia mengenal hypnosis dari Richard
Chenevix, seorang murid dari Faria, dan mendalami hypnosis dari Baron de Potet.
Elliotson memulai eksperimen
hypnosisnya di tahun 1837. Dia menemukan bahwa pasiennya bisa menjalani
pembedahan tanpa merasa nyeri. Dia melakukan hypnosis kepada pasiennya kapanpun
itu memungkinkan. Namun apa yang dilakukan Elliotson bertentangan dengan
keyakinan para dokter senior waktu itu. Main stream saat itu mempercayai bahwa
rasa sakit dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Konsekwensinya Elliotson pun
di-diskterditkan oleh banyak dokter.
Tidak peduli dengan komentar
orang lain, Elliotson terus maju memperkenalkan magnetisme kepada dokter-dokter
muda yang diharapkan punya pemikiran baru. Dia mendapatkan banyak sekali
pengikut dari dokter-dokter muda. Namun serangan dari kalangan dokter senior semakin
kuat sampai pada titik Elliotson memutuskan untuk keluar dari Rumah Sakit dan
Universitas, dan tidak pernah kembali lagi.
Elliotson memperjuangkan
magnetisme agar diterima secara resmi oleh dunia medis selama 30 tahun. Dia
juga menerbitkan sebuah jurnal bernama "Zoist" yang membuat James
Esdaile tertarik.
James
Esdaile (1808 - 1859)
Dia adalah dokter asal Skotlandia
yang bertugas di sebuah rumah sakit di Calcutta, India. Esdaile mencatat rekor
penggunaan Mesmerisme dalam pembedahan. Dilaporkan bahwa dia berhasil melakukan
ribuan operasi kecil dan 300 operasi besar tanpa rasa sakit. Adanya Mesmerisme
yang bisa menghilangkan rasa sakit ini sangat penting karena pada waktu itu
belum ditemukan obat bius. Semua dokter waktu itu, apabila tidak menggunakan
Mesmerisme, maka harus melakukan pembedahan dengan mengandalkan kecepatan
tangan sambil mendengarkan jeritan sakit dari pasien.
Sejak jaman Mesmer tahun 1735
sampai periode James Esdaile tahun 1859, Hipnotisme (yang waktu itu masih
dikenal sebagai mesmerisme) banyak mendapatkan pertentangan dari kalangan
medis, karena mereka menganggap Mesmerisme tidak ilmiah dan mengandung unsur
mistik.
Pada tahun 1846, nitrous oxide
dan ether telah ditemukan dan sangat berhasil digunakan dalam pembedahan dan
menjadi pilihan dunia kedokteran saat itu. Apa yang dilakukan oleh Esdaille dan
Elliotson dianggap menyimpang dari
praktik kedokteran yang umum berlaku saat itu.
James Braid
(1795 - 1860)
James Braid adalah adalah seorang
dokter dan penulis terkenal di Inggris, beliau adalah orang pertama yang
mencoba menjelaskan fenomena mesmerisme dari sudut pandang ilmu psikologi. Ia
adalah seorang ahli bedah dan seorang penulis yang produktif dan andal. Ia juga
sangat dihormati oleh British Medical Associatian.
Pada tahun 1841, ia melakukan
pemeriksaan medis pertama terhadap seorang subjek yang berada dalam kondisi
trance mesmerisme. Setelah pemeriksaan pertama, ia memulai eksperimen pribadi
dan melibatkan rekan kerja yang ia percaya. Dari hasil penelitian yang ia lakukan,
akhirnya hypnosis dapat dijelaskan dalam kerangka ilmiah dan diterima sebagai
suatu teknik pengobatan oleh dunia kedokteran Inggris.
Dalam penelitiannya, Braid
menemukan bahwa memfokuskan pandangan mata (eye fixation) mengakibatkan suatu
kondisi kelelahan, misalnya kelopak mata menjadi sangat lelah sehingga tidak
bisa dibuka oleh subjek. Ia beranggapan, itu adalah kunci mesmerisme. Setelah
melakukan lebih banyak eksperimen, Braid akhirnya mengembangkan teori tentang
perhatian mata. Ia meminta subjek untuk menatap berbagai objek dari berbagai
posisi, termasuk memandang matanya dan
juga api lilin, dan berhasil membawa subjek masuk ke kondisi trance.
James Braid disebut sebagai Bapak
Hypnosis, karena dia yang memperkenalkan nama hypnosis atau hypnotism untuk
menggantikan mesmerisme dan magnetisme.
Ambroise
Auguste Liebeault (1823 – 1904)
Dokter Prancis yang baik hati
yang mengabdi pada rakyat miskin, yang tidak pernah menuntut biaya pengobatan
kepada pasiennya. Liebeault menyatakan bahwa yang membuat orang memasuki
kondisi hyposis adalah sugesti verbal (sugesti yang diucapkan). sugestibilitas
dan kemampuan imajinasi klien dipandang sebagai kunci keberhasilan hipnoterapi.
Jean Martin
Charcot (1825 – 1893)
Charcot adalah neurolog psikiatris
yang sangat terkenal di prancis. Disamping nama besarnya dalam dunia medis,
eksperimennya dalam bidang hypnosis tidak dilandasi oleh pengetahuan yang
mendalam. Sehingga dia menyimpulkan bahwa hypnosis adalah kondisi tidak normal
yang bisa melemahkan pikiran seseorang. Apa yang dikatakan Charcot tentang
hypnosis telah membuat ilmu hypnosis mundur, sehingga hanya sedikit orang yang
mempelajari hypnosis. Pendapat Charcot ini kemudian ditentang oleh Nancy School
of Hypnosis.
Sigmund
Freud (1856 – 1939)
Sigmund Freud adalah pakar neurolog
yang berasal dari Wina, Austria. Jasa terbesar Freud dalam bidang memahami
pikiran manusia adalah menyusun teori yang sistematis tentang pikiran sadar,
pikiran tak sadar, dan cara kerja pikiran. Dia juga menemukan teknik psikoterapi
yang dinamakan psikoanalisa. Namun dalam bidang hypnosis, dia bukanlah tokoh
yang ikut mengembangkannya, alih-alih menyebabkan kemunduran hypnosis. Sebagai
tokoh yang disegani, pernyataannya yang negatif mengenai hypnosis telah membuat
para pakar lain untuk berhenti atau tidak mau mempelajari hypnosis.
Freud menghabiskan waktu 19
minggu untuk belajar hypnosis dari Charcot. Namun dalam praktek hypnosis, Freud
sering gagal menghipnotis orang normal karena dia kurang terampil menjalin
rapport dengan kliennya. Karena kegagalannya itu, Freud membuat pernyataan
bahwa hypnosis hanya berhasil untuk orang yang sakit mental dan mengklaim bahwa
hypnosis memiliki efek samping yang membahayakan. Apa yang dikatakan Freud
tersebut serupa dengan pendahulunya, Charcot.
Freud meninggalkan hypnosis, dan
kemudian menciptakan psikoanalisa. Ada yang belum banyak diketahui orang
mengenai hubungan Freud dan hypnosis. Meskipun Freud tidak menggunakan hypnosis
dalam menerapi pasiennya, sebenarnya dia tetap mempelajari dan mengamati
perkembangan hypnosis. Freud ternyata sangat tertarik dengan hypnosis.
Diceritakan oleh Gerald F. Kein
dalam pelatihannya, bahwa beberapa bulan sebelum Freud meninggal, dia merekam
pernyataannya tentang hypnosis. Ada audio tape dari Frued yang dibawakan oleh
seorang keponakan Freud di acara konverensi tahunan hypnosis. Isinya kurang
lebih: ”kami telah mempelajari hypnosis selama 39 tahun, dan kami masih belum
mengenal seluruhnya tentang hypnosis. Jika kami menyadari dari dulu bahwa
hypnosis adalah alat yang paling efektif dalam transformasi pikiran manusia,
kami tidak akan mengembangkan psikoanalisis yang sekarang masih dianggap orang
sangat berguna.....”
Carl Gustav
Jung (1875-1961)
Seorang Psikiater asal Swiss yang
merupakan murid Freud ini juga mengembangkan hypnosis. Dia berpendapat bahwa
proses hypnosis harus dilakukan secara otoriter, langsung memerintah klien
untuk mengikuti apa yang dikehendaki oleh therapist.
Jung tidak mau melanjutkan hal
ini karena dia tidak mau memaksakan kehendak dirinya kepada klien. Pada
tahun-tahun ini, hypnosis tidak berkembang dengan baik. Hal ini terjadi karena
setiap orang-orang terkenal di atas beranggapan bahwa dalam proses hypnosis,
yang berperan adalah hypnotist-nya atau orang yang melakukan hypnosis. Seorang
hypnotist dianggap punya kekuatan psikologis yang bisa mempengaruhi orang lain.
Dave Elman
(1900-1967)
Dave Elman atau bernama asli David
Kopelman dilahirkan pada 6 Mei 1900 di Park River, North Dakota dan kemudian
dengan keluarganya berpindah ke Fargo pada tahun 1902 di mana mereka mulai
berbisnis rambut palsu.
Pada tahun 1937, Dave bekerja
sama dengan NBC yang merupakan jaringan radio terbesar dalam acara baru ‘Hobby
Lobby’, 6 Oktober 1937. Acara tersebut langsung disambut baik oleh pendengarnya.
Ribuan surat diterima setiap minggunya dari orang-orang yang ingin berbicara
tentang hobi mereka. Banyak selebriti juga berusaha untuk berada di acara Elman
. Ketika Elman pergi berlibur pada tanggal 2 Agustus 1939, ibu negara Eleanor
Roosevelt bersemangat menerima undangan untuk menjadi penyiar pengganti dalam
acara Hobby Lobby.
Kemudian, ketika ia dirawat di
rumah sakit selama beberapa minggu untuk operasi kandung empedu, First Lady
Eleanor Roosevelt kembali menjadi penyiar penganti dalam acara tersebut. Acara
radio ‘Hobby Lobby’ berada di udara sampai tahun 1948, kemudian Elman
memutuskan untuk mengejar hipnotis untuk dokter dan dokter gigi.
Kemudian ia menerbitkan kursus
pelatihan sebagai serangkaian pelajaran sebelum mengumpulkan bahan tertulis
dalam bentuk buku berjudul ‘Findings in Hypnosis' , yang kemudian ditulis
kembali berjudul 'Hypnotherapy' diterbitkan oleh Westwood Publishing. Dalam
buku tersebut membicarakan teknik induksi yang dilakukan Dave Elman sangat
populer dan banyak digunakan oleh para Hypnotherapist dan dikenal sebagai “Dave
Elman Induction“.
Milton
Hyland Erickson (1901-1980)
Erickson dipandang sebagai
hipnoterapis dan psikoterapis yang paling kreatif sepanjang sejarah hypnosis.
Kehebatan Erickson di dunia psikoterapi mungkin bisa disetarakan dengan Freud
dalam menjelaskan perilaku manusia. Erickson menjalani hidup yang unik dengan
keterbatasan yang ia alami, mulai dan
buta warna, agak tuli, dan dislexia. Ia juga menderita sakit polio
sebabnyak dua kali, yaitu pada usia 17 dan 51 tahun.
Erickson sangat berbeda pendapat
dengan pendahulunya mengenai hypnosis. Dia menyatakan bahwa dalam suatu proses
hypnosis, yang paling berperan adalah pikiran klien sendiri. Erickson juga
menyatakan bahwa hypnosis adalah kondisi yang wajar dan tidak bisa digunakan
untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan
dan normal yang dianut seseorang.
Erickson mengubah pola sugesti
hypnosis dari yang bersifat direct (langsung memerintahkan subjek untuk
melakukan sesuatu) menjadi indirect (tidak langsung dengan cara menggunakan
cerita atau perumpamaan). Dia juga mengembangkan teknik-teknik sugesti serta
pendekatan ideodinamik (pola interaktif) dalam proses terapi. Selama enam puluh
tahun, M. Erickson rata-rata menghipnotis 14 orang per harinya! Dengan berbagai
macam teknik yang dilakukan Erickson, prosentasi orang yang dapat dihipnosis
dalam suatu komunitas menjadi naik.
Orangnya sangat kocak, bahkan
dengan non verbal pun dia dapat menghipnotis orang lain cukup hanya dengan
bersalaman saja. Akibatnya banyak teman-teman dekat Erickson tidak mau
bersalaman dengannya karena takut dihipnotis.Atas jasanya, maka hypnosis dapat
diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatris Amerika sebagai
alat terapi sejak tahun 1958.
Tokoh-tokoh lain yang mengembangkan hypnosis
setelah masa Erickson adalah Dave Elman yang mengembangkan teknik induksi cepat
yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi. Karir Elman dalam hypnosis
melonjak sejak pertunjukan hypnosisnya yang disaksikan banyak dokter. Sejak
saat itu, banyak sekali dokter yang belajar hypnosis dari Dave Elman.
Setelah melalui proses sejarah
yang panjang, dengan perjuangan para tokoh-tokoh yang mengembangkan dan
memperkenalkannya kepada umum, sekarang hypnosis sudah diterima sepenuhnya
sebagai alat terapi yang berguna dan aman. Hypnosis telah diakui sebagai salah
satu dari metode terapi yang sah oleh berbagai lembaga negara, diantaranya
British Medical Association pada 1955, American Medical Association pada 1958,
dan American Psychological Association pada 1960.
Dr. John
Kappas (1925 – 2002)
Beliau adalah tokoh yang
mengidentifikasikan 3 tipe sugestibilitas, yaitu :
·
Sugestibilitas Emosional
Sugestibilitas
Emosional merupakan sebuah perilaku yang ditandai dengan tingkat tinggi dan tanggap
terhadap saran sehingga dapat disimpulkan yang mempengaruhi emosi dan membatasi
respon tubuh fisik, biasanya berhubungan dengan kedalaman hypnoidal. Jadi sugesti
emosional menjadi belajar lebih baik dibanding langsung, menyampaikan saran
literal.
·
Sugestibilitas Fisik
Sugestibilitas
Fisik perilaku merupakan sugesti yang ditandai dengan tingkat tinggi yaitu tanggap
terhadap saran literal yang mempengaruhi tubuh, dan pembatasan respon
emosional, biasanya berhubungan dengan tahap katalepsia atau lebih.
·
Sugestibilitas Intelektual
Sugestibilitas
Intelektual Jenis sugesti hipnotis di mana kekhawatiran subjek dikendalikan
oleh operator yang mencoba untuk menganalisis dengan menolak atau
merasionalisasikan. Dengan jenis penjelasan logis untuk setiap saran dan harus
memungkinkan subyek melakukan menghipnotis dirinya sendiri.
Ormond McGill (1913-2005)
Ormond McGill Dale adalah seorang
hipnotis panggung , penyihir dan instruktur yang dianggap sebagai ‘Dean of
American Hypnotists’. Ia juga seorang penulis terkenal tentang Hipnotisme,
‘Mysticism of India’ dan ‘The New Encyclopedia of Stage Hypnotism’.
Dari tahun 1947 sampai tahun
1954, McGill melakukan hipnotis dan sihir dengan nama panggung Dr Zomb. ‘Seance
of Wonders’ nya menunjukkan fitur rutinitas bertema horor dan asisten berkostum
khas tengah malam ‘spook shows’ yang populer pada masa itu .
Beliau telah tampil di beberapa
panggung menunjukkan seluruh dunia di abad ke-20. Ormond McGill juga melatih
siswa untuk aplikasi terapeutik melalui hipnotis. McGill terus berkolaborasi
dengan rekan lain, termasuk Gil Boyne, yang ia dibimbing, dan mengajar
hipnoterapi sampai kematiannya pada tahun 2005 dengan Randal Churchill di Hypnotherapy
Training Institute.
Tuesday, 15 October 2013
Posted by Excellence Manufacturing Practices
19D: Generalization, penyamarataan?
Meta Model generalisasi merupakan
cara kita menjamakkan rutinitas keseharian kita, bagaimana kita secara
eksplisit merangkum dan mengkatagorikannya.
Dengan generalisasi satu atau
beberapa pengalaman, kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan pada pengalaman
yang berbeda. Kita belajar untuk mengendarai mobil tertentu, dan kemudian
menggunakan pengalaman itu untuk mengemudikan mobil yang berbeda. Jika kita
tidak mampu melakukan generalisasi, kita harus belajar mengemudi mulai dari
awal lagi.
Model Operator
Operator Modal terdengar
aneh. Istilah ini mengacu ke mode
operasi aktivitas Anda. Model operasi
terlihat pada pemakaian kata-kata seperti: harus, harus, bisa tidak, harus, tidak
boleh, bisa, akan dan menunjukkan kemungkinan atau keharusan. Ada perbedaan besar antara melakukan sesuatu karena ‘Anda merasa HARUS dan karena Anda INGIN’.
Penyamarataan
Kemungkinan (model operator possibility)
==> Tidak bisa, bisa,
tidak mungkin, mungkin dan tidak akan lagi
•
Saya tidak akan bermain lagi!
[Tidak main lagi?]
•
Saya tidak bisa … [Apa yang
membuat tidak bisa?]
•
Itu tidak mungkin dikerjakan.
[Kata siapa? Apanya yang tidak bisa?]
•
Tidak ada yang perlu saya
tambahkan. [Apanya? Selesai?]
•
Operator menjadi marah karena
sering terjadi perubahan. [Seberapa sering? Kemungkinan Marah?]
•
Kalau begitu nanti bisa ditolak?
[Bagaimana kalau diterima? Mengapa ditolak?]
•
Kalau begini terus, bangkrut
perusahaan ini. [kalau terus? Kalau tidak? Bangkrut apa ini sebabnya?]
•
Dia tidak lagi mau menemuiku
lagi. [Tidak mau?]
•
Untuk meyakinkan, saya periksa
kembali. [Seberapa sering? Kemungkinan lupa?]
Penyamarataan
Kepetingan (model operator necessity)
==> Harus, wajib,
musti, diperlukan, dibutuhkan
•
Kita harus bisa! Kita bisa
melakukannya. Harus! [Bisa apa? Bagiamana caranga?]
•
Mereka tidak boleh tahu!
[Bagaimana kalau mereka tahu? Dari mana?]
•
Jangan katakan lagi! [Kalau
dikatakan lagi bagaimana? Apa akibatnya?]
•
Saya harus tunjukan yang terbaik.
[Apakah sekarang belum?]
•
Saya seharusnya sudah pergi, tapi
saya tidak bisa. [Apa yang menyebabkan Anda tidak bisa?]
•
Anda bisa lakukan secara bersama.
[Bagaimana bila tidak?]
Penyamarataan pembilang (universal quantifier)
==> Berulang à Selalu, setiap orang, banyak orang, terus menerus, sering kali
==> Berlebihan à setiap waktu, setiap menit, setiap periode
==> Kontra produktif à dapatkah Anda pikir dari waktu yang ada dan itu tidak
terjadi?
•
Dia tidak pernah peduli. [Sejak
kapan? Tidak pernah?]
•
Kita selalu gagal. [Selalu?]
•
Setiap hari kita bertemu tetapi
pesan itu tidak sampai. [Setiap hari?]
•
Setiap siang kami makan di
kantin. [Benarkah? Selalu?]
•
Semuanya mendapat nilai merah!
[Adakah yang hitam?]
•
Setiap warga negara wajib kena
pajak. [Siapa yang tidak?]
Penyamarataan Ekualensi Kompleks (complex equivalences)
Sebuah kesetaraan yang kompleks untuk
membangun kepercayaan dari model generalisasi yang Anda buat. Penyamarataan yang
dibuat dari dua pengalaman yang sama.
Misalnya:
Saya percaya bahwa seseorang yang tidak berani
membuat kontak mata berarti dia memiliki sesuatu yang disembunyikan.
--> Bisa jadi ya memang ada yang disembunyikan bisa jadi dia malu?
--> Atas dasar apa Anda berpendapat dia menyembunyikan sesuatu? Apakah Anda
tahu hal itu atau hanya dugaan saja? Boleh ceritakan apa pendapat Anda?
Berhati-hatilah dalam
mempergunakan META MODEL, hilangkan kesan INTEROGRASI dan ubahlah menjadi
perbincangan dengan selalu mengedepankan hubungan baik atau membangun rapport, hormatilah pasangan
berkomunikasi Anda dan tetaplah santun dengan lebih memilih kata dan bentuk
pertanyaan yang lunak bukan memprovokasi, aturlah dengan intonasi yang lebih
bersahabat.
Monday, 14 October 2013
Posted by Excellence Manufacturing Practices